Archives ""

Tentang Hujan

 

Hujan,

Semua tak lagi dapat bersuara. Ketika telaah dari sebuah pengertian musti tercerna bait demi baitnya.

Baris-baris risau menjuntai dengan sendirinya.

Bukan! Bukan karena ketakutan ia mengungkung kenyataan yang berada di depannya.

Karena ini tentang duka yang lekas akan kukemas ketika rintik hujan mulai berpenghujung senja yang temaram.

 

— 17:45. Jakarta, Senin 8 Februari ’16 

Kaka

Jika ditanyakan padaku siapa pesepakbola yang kujadikan idola, maka bukan Christiano Ronaldo atau Lionel Messi yang menjadi jawabanku melainkan Ricardo Kaka!

infographic kaka

 

Bersama i Rossoneri, pemain bernomor punggung 22 ini mencuri perhatianku setelah sebelumnya aku mengidolakan duo Juventus, Inzaghi & Del Piero di tim liga Serie A. Sepintas, di AC Milan aku hanya mendapati 2 nama yang menonjol di dalamnya, Paolo Maldini dan Andrea Pirlo meski akhirnya Inzaghi juga berlabuh ke klub milik Silvio Berlusconi ini.

Umpan terobosan Kaka kepada Filippo “Pippo” Inzaghi di menit ke 81 di laga final Piala Champions 2007 yang dihelat di Athens, Yunani sukses mengandaskan asa Liverpool menjadi kampiun. Inzaghi sukses mengoyak gawang yang dijaga oleh Pepe Reina. 2-0 kedudukan.

Trough-pass Kaka dan gocekan Inzaghi sebenarnya sudah menjadi ciri khas individual. Kaka sebagai gelandang pengatur serangan mempunyai akselerasi dan umpan-umpan yang bisa memporak-porandakan barisan pertahanan lawan. Inzaghi mempunyai kekuatan pada penempatan posisi. Meskipun usia Inzaghi di partai final yang berskor akhir 2-1 ini tidak bisa dibilang muda lagi namun dia mampu bermain efisien dan menciptakan banyak peluang meski nafasnya tampak terengah-engah di 15 menit akhir pertandingan babak kedua.

“Wes bagus, alim, nduwe prestasi meneh!” (Sudah tampan, alim, berprestasi pula! -jw)

Mungkin itulah yang menggambarkan sosok Kaka. Dia tenang saat di lapangan. Minim kartu kuning. Dan hanya sekali aku melihat dia tersulut emosi dalam pertandingan yang bertensi tinggi.

Sepakbola Italia yang khas dengan diving, skandal Calciopoli dan permainan yang keras seakan menjadi antitesa pada sosok Kaka yang mencapai karier emas-nya di tim merah-hitam ini.

Puncaknya adalah dia adalah seorang yang religius! Aku sangat mengagumi foto yang kujadikan ilustrasi di postingan ini. Pose-nya terlihat sangat alami dan tulus. Dan lihat, bagaimana dia menunjukan sikap bersyukurnya.

Di kalangan pesepakbola maupun pelatih, Kaka dikenal sebagai pemain yang tidak pernah malu mengungkapkan keimanannya. Oleh karena keriligiusannya tersebut, ia begitu dicintai oleh para fans baik yang di Brasil maupun di seluruh dunia.

Dalam masa tersulit karir sepakbolanya, Kaka mampu menunjukkan dirinya sebagai pemain yang rendah hati. Ia tidak pernah marah pada saat pelatih kerap menaruhnya di bangku cadangan. Kepergiannya dari Real Madrid untuk kembali ke AC Milan terbilang mulus. Tidak ada pernyataan-pernyataan negatif baik dari pihak Kaka maupun klub dan pelatih terkait transfer yang terjadi beberapa bulan lalu itu.

Pesepakbola papan atas religius bukan hanya Kaka. Ada nama Frederic Kanoute, Mesut Ozil, Yaya & Kolo Toure, Nicolas Anelka, Zinedine Zidane dan Franck Ribery. Ingat betapa marahnya Ribery ketika disiram beer oleh kawan-kawan se-timnya di Bayern Munich? 😀

Simak video Kaka yang mengantarkan timnya mengalahkan Anfield Gank di Final Piala Champions 2007