Jerman 2014

Bisa jadi final malam ini Jerman mematahkan jargon lawas: “Bola itu bundar,” atau “Sepakbola butuh keberuntungan,” atau “Sepakbola bukan matematika.”

Hancur di Perancis 1998, ofensifitas era Lahm 2002, dan kombinasi ras imigran di tim sepeti Gerald Asamoah, Podolski dan Klose di 2006. Dari tahun ke tahun Jerman mencoba menemukan formula untuk pansernya yg tak punya lagi daya gempur. Sentra-sentra pembinaan Sepakbola yang dibina dengan mekanisme khas Jerman yang sangat sistemik dan teratur juga punya andil dalam penyempurnaan mesin perang mereka yang pada tiap turnamen memainkan pola yang sama dan kaku.

Sepakbola modern di Jerman adalah matematika. Dikerjakan dengan cara ilmiah dan dilakukan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Bukan karena melulu mereka memang negara maju atau beradab, tapi karena mereka percaya bahwa olahraga, sepakbola sekalipun, bukan cuma urusan kebutuhan rame-rame di peringatan hari kemerdekaan seperti di Indonesia, tapi jauh lebih besar dari itu. Sepakbola adalah simbol kemajuan peradaban!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *